Saya Akmal Hanif, Permohonan Maaf dan Apresiasi Kepada Panitia Dakwah UAS di Peureulak, Aceh Timur

0
1784

Assalamualaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh
Saleum Ukhuwah.
Melalui website resmi kami ini, saya Akmal Hanif, Hamba Allah yang dhaif menyampaikan Permintaan Maaf kepada seluruh Panitia Pelaksanaan Dakwah Islamiyah Al Mukarram Ustadz Abdul Somad, Lc.MA di Peureulak, Aceh Timur, Ahad (11/11/2018). Alhamdulillah acara yang berlangsung di Lapangan Teuku Chik M Thaib tersebut berjalan lancar dan sangat sukses.

Permohonan maaf yang ingin kami sampaikan terkait status yang saya update via media sosial Facebook, pada hari senin dini hari, pukul 00:20. Dimana saya menulis sebagai berikut :

“Cukop lawak kejadian malam nyo, kami yg tergabung dlm Tim UAS semua anggota tim boleh naik panggung kecuali saya, katanya nama saya gak da dlm undangan, trs ada oknum panitia bilang caleg gak boleh naik panggung, that na teuh hahahaha

Tapi ywd lah saya lgsg cabut dan pamit dari teman2 tim, byk hikmahnya dgn kejadian aneh malam ini, diantaranya disitu juga nampak mana kawan dan mana lawan, dan dgn dikenalnya saya sbg caleg mudah2an mrk masih ingat sama saya di tgl 17 april 2019 ketika berada dlm ruang pencoblosan, aminn..

# semua ada hikmahnya dan skrg saatnya otw ke Bakongan Aceh selatan”

(click untuk melihat Postingan)

Postingan tersebut saya upload sebagai caption (keterangan) dari 3 buah photo, salahsatunya dibawah ini.

Beberapa jam kemudian saya mendapat kiriman link dari tim kami, dari Laman INFO Seputaran KOTA Peureulak, pada 12 November pukul 15:30, yang memposting :

“Selaku masyarakat Peureulak, saya sangat menyayangkan beberapa oknum yang telah merusak Acara UAS dengan melontarkan komentar komentar provakatif, padahal acara tersebut secara keseluruhan berlangsung aman dan tertib… Ada awak media yang memang tidak diberi izin untuk naik ke atas panggung dengan alasan tertentu, pihak keamanan sedikit keras karena ada yang memaksa naik, sedangkan kapasitas panggung lebih kurang 50 orang, tapi diatas panggung sudah melebihi, untuk menghindari robohnya pangung maka pihak keamanan terpaksa melarang untuk naik tanpa terkecuali… Awak media yang sudah standbay lebih awal mereka ada diberi kesempatan naik. Dan yang tidak bisa naik panitia ada menyediakan Area Liputan Khusus untuk awak Media.. mengenai Ustadz Elhanif beliau memang tidak ada laporan dari Rombongan Ustadz Abdul Somad. Untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan. Maka panitia melarang beliau untuk berada di atas panggung. Jadi tolong dijaga etika dalam mengeluarkan pendapat.”

Postingan tersebut dilengkapi dengan beberapa screenshot dari beberapa Postingan Status Facebook, yang salahsatunya adalah postingan saya. Dengan kerendahan hati saya ingin menyampaikan 2 hal. Pertama, saya sedih disebut oknum, karena postingan saya menggunakan akun pribadi asli, bukan samaran dan tidak mewakili suatu kelompok. Artinya, saya mempertanggungjawabkan setiap tulisan dan siap di kritik jika mengandung kesalahan. Kedua, dalam pernyataan tersebut juga saya telah dituding mengeluarkan komentar Provakatif (mungkin maksudnya Provokatif) atau ujaran menghasut. Sekali lagi dengan penuh penghormatan, tidak ada maksud tujuan kami untuk menghasut dan menimbulkan kericuhan melalui postingan tersebut.

Saya hanya menyesalkan adanya oknum yang melontarkan kata-kata “Caleg tidak boleh naik panggung..”.

Jika dalam postingan saya menyebut sebagai bagian TIM UAS, itu semata karena ingin mengikutsertakan diri menyambut Sang Ulama dan siap membantu jika ada yang dapat kami lakukan. Karena sebelumnya juga ada beberapa hal kecil yang kami lakukan menyambut kehadiran Ustadz Abdul Somad, yang tidak perlu kami sebutkan karena tidak sebanding dengan jerih payah dan kerja keras panitia pelaksana. Disamping mengetahui panitia pelaksana Tabligh Ustadz Abdul Somad di pelopori oleh Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) yang saya adalah salahseorang anggotanya (alumi Al Azhar Kairo, Mesir), maka saya merasa terpanggil untuk ikut serta membantu menyukseskan sesuai kemampuan jika dibutuhkan.

Jika karena alasan tidak termasuk dalam panitia inti atau rombongan UAS, menjadi sebab saya di larang naik, maka dengan berbesar hati saya akan sangat mengerti. Namun jika karena status saya sebagai salahseorang caleg, itu yang sangat saya sedihkan. Bukankan Ustadz Abdul Somad dalam banyak ceramah beliau selalu menyebut tentang bagaimana menjadi Wakil Rakyat yang dekat dengan Ulama dan Agama? Maka saya hanya berusaha menjadi hambah Allah yang memuliakan Ulama, bukan untuk pencitraan atau “numpang panggung”.

Alhamdulillah jika ternyata di antara panitia pelaksana Tabligh Akbar tersebut, termasuk didalamnya sejumlah tokoh Caleg yang telah bekerja keras mengsukseskan Acara. Itu patut kita syukuri bersama dan sangat saya rekomendasikan kepada masyarakat, pilihlah para Caleg yang menjadi panitia pelaksana dan mengsukseskan Tabligh Akbar Ustadz Abdul Somad tersebut. Insya Allah, para calon wakil rakyat yang memuliakan Ulama demikian yang akan menjaga pelaksanaan Syariat Islam di Nanggroe Aceh.

Namun demikian, sekali lagi saya sangat memahami jika pernyataan saya tersebut menimbulkan berbagai persepsi hingga kesalahpahaman, sekali lagi saya memohon maaf kepada seluruh panitia, warga net dan semua masyarakat kota Peureulak Aceh Timur khususnya serta masyarakat Aceh. Hendaknya kondisi ini menjadi hikmah sebagai jalan Ukhuwah kita untuk saling kenal dan bukan untuk dibesar-besarkan sehingga menjadi jalan yang dimanfaatkan oleh oknum yang ingin memecah belah persatuan umat Islam di Nanggroe Aceh.

Semoga Ustadz Abdul Somad dan seluruh panitia selalu dalam keadaan sehat dan dapat kembali berkunjung ke Aceh di waktu mendatang. Aamiin Ya Rabbal Alamiin.

Hamba Allah yang Dhaif.
Akmal Hanif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here