Jika Hama Babi Dibasmi, Pengedar “Hama” Narkoba Diapakan?

Sebagian besar masa kecil saya habiskan di Meurah Mulia Aceh Utara. Saya tinggal bersama kakek saya yang kebetulan menjabat sebagai Keuchik. Ada pengalaman menarik yang ingin saya bagi cerita.
Hampir setiap minggu kakek saya mengumpulkan warga kampung untuk berburu. Warga berbagai jenis senjata tajam layaknya pasukan hendak berperang. Ada yang membawa lembing, parang dan tombak. Namun yang diburu bukanlah hewan untuk dimakan dagingnya seperti rusa. Melainkan Babi Hutan.
Ya, babi hutan merupakan salah satu jenis hewan liar hama pengrusak tanaman pertanian dan perkebunan warga. Babi hutan juga berkembang biak cukup cepat dan semakin menimbulkan keresah masyarakat petani. Sehingga warga memutuskan untuk melakukan perburuan babi hutan bersama seminggu sekali.
Hingga sekarang babi hutan juga masih meresahkan masyarakat petani di Aceh. Perburuan babi hutan ini pun masih sering dilakukan, baik secara tradisional seperti yang dilakukan warga kampung kakek saya dulu, hingga dengan cara modern. Sering kita dengar masyarakat melakukan perburuan babi hutan bekerjasama dengan personil Polisi, TNI dan club menembak Perbakin.
Seperti yang pernah diceritakan sahabat saya Bapak Kolonel Nefra Firdaus, Danrem 012/Teuku Umar Meulaboh, yang ikut membantu masyarakat berburu babi hutan menggunanakan senjata api.
Dulu Hama Babi Hutan, Sekarang Hama Narkoba
 
Jika sejak dulu hama babi hutan sangat meresahkan masyarakat dan warga bersatu untuk membasminya, sekarang kita dihadapkan pada jenis hama baru yang jauh lebih meresahkan.
Hama itu bernama Narkoba jenis Ganja, Sabu-sabu dan lain-lain,
Sejak Agustus lalu hampir tiap pekan ada berita penangkapan pelaku peredaran narkoba di koran dan media di Aceh. Ada pelaku pengedaran kelas kurir hingga gembongnya.
Hama ini jauh lebih berbahaya dari hama babi hutan. Jika babi hutan merusak tanaman warga mungkin untuk mencari makanan bertahan hidup, hama narkoba merusak generasi muda masa depan bangsa untuk mencari kekayaan pribadi. Bahkan dalam masa jangka panjang jauh kedepan, jika generasi masa depan sudah hancur oleh narkoba, maka Aceh akan mudah dikuasai.
Betapa tidak, jika generasi muda sudah kecanduan narkoba maka yang timbul adalah kerusakan moral, kriminalitas, pergaulan bebas atau free sex, penyebaran HIV AIDS.
Saya sedih mendengar ada anak yang tega membunuh ibu kandung, membakar rumah dan tindakan brutal lain, hanya karena tidak diberikan uang jajan yang akan digunakan untuk membeli narkoba.

Jika kita begitu bersatu berperang membasmi hama babi hutan yang merusak tanaman dan meresahkan, apakah kita tidak bisa bersatu berperang melawan hama narkoba yang jauh lebih meresahkan dan berbahaya?

Jika hama Babi Hutan kita musnahkan dengan ronda rutin dan perburuan menggunakan lembing, parang, tombak dan senjata api, saya berpendapat gembong pengedar narkoba juga sangat pantas mendapat ganjaran serupa.

Hukum Mati Pengedar Narkoba di Aceh !!
Bagaimana menurut Anda ?
Saya Akmal Hanif, bersama Komunitas Solidaritas Dhuafa Aceh (KSDA) yang juga Komunitas Anti Narkoba.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here